Pengaturan suhu pada griddle

Penggunaan griddle

Tergantung penerapannya, sebuah griddle bisa saja menggunakan kontrol gas manual atau salah satu dari beberapa tipe thermostat baik di griddle tipe gas maupun tipe listrik. Pengaturan suhu ini memiliki karakteristik performa yang berbeda-beda, tergantung sumber panas, peletakan sensor panas, material plat, dan ketebalan plat. Faktor-faktor tersebut tidak pernah bisa dilepaskan ketika menentukan metode pengaturan suhu untuk mendapatkan performa yang paling optimal.

Kebanyakan griddle komersial memiliki kontrol termostat untuk setiap jarak sekitar 300 mm. Meskipun ada juga di setiap jarak 600 mm. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada ongkos produksi dan harga griddle itu nantinya karena thermostat adalah salah satu komponen yang mahal. Namun, dengan semakin jauh jarak antar sensor thermostat, akan semakin kurang akurat juga pemanasan pada griddle komersial tersebut. Akibatnya, permukaan griddle tidak panas secara merata.

Ada dua tipe pemasangan thermostat pada griddle. Tipe yang pertama adalah pemasangan di bawah atau “bottom mounted”. Pemasangan ini sesuai namanya memosisikan thermostat di bawah plat dengan sambil melindunginya dari sumber pemanas agar suhu yang terbaca hanya dari plat metal saja. Tapi posisi thermostat tidak menempel langsung pada plat metal. Ini artinya masih ada jeda waktu pembacaan suhu plat griddle oleh thermostat. Pemasangan tipe berikutnya adalah pengembangan dari “bottom mounted”, yakni dengan menempelkan sensor thermostat ke plat metal sehingga pembacaannya lebih cepat dan akurat. Mekanisme perlindungan thermostat terhadap panas dari sumber pemanas langsung tetap ada, hanya ada perbedaan lokasi thermostat saja dengan tipe bottom mounted.

Tipe thermostat sendiri ada bermacam-macam, yang paling baik dan sering digunakan adalah tipe solid state. Tipe ini menghubungkan sensor langsung dengan sistem kontrol secara listrik. Namun tipe ini tidak eksklusif hanya untuk tipe griddle listrik saja. Sistem kontrol kemudian akan mengatur suhu dengan beberapa tipe cara. Cara yang pertama bernama “snap action” di mana sumber panas dikontrol dengan dihidupkan atau dimatikan secara penuh. Tipe ini digunakan di penggunaan griddle komersial yang lebih rumit. Untuk tipe griddle berbiaya lebih rendah digunakan sistem modulasi yang menggunakan prinsip pemuaian secara lebih sederhana. Tipe pengaturan suhu lain adalah tipe manual yang membutuhkan ketelitian penggunanya untuk mengatur suhu plat griddle.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *