Fungsi dari Food Processor

Contoh fungsi food processor

Untuk anda yang penasaran dengan apa saja fungsi yang bisa dilakukan oleh food processor, berikut ini adalah ulasannya.

Memotong atau chopping

Food processor adalah sebuah peralatan yang memiliki fungsi yang sangat besar. Salah satu fungsi yang dimilikinya disebabkan karena ada banyak sekali pisau yang dimiliki oleh produk ini. Salah satu pisau yang dimiliki oleh food processor ini adalah pisau dengan bentuk S. Pisau dengan bentuk S ini digunakan untuk memotong atau chopping. Ketika anda memasukkan bahan makanan yang anda ingin proses ke tempat pemrosesan dengan menggunakan pisau ini, pisau akan berputar dan memotong bahan makan menjadi ukuran yang kecil.

Dengan menggunakan food processor ini anda bisa mengontrol sebesar apa ukuran dari potongan berdasarkan lama waktu operasi dari food processor ini. Makin lama digunakan maka makin kecil potongan yang dihasilkan.

Meniris atau slicing

Pisau lain yang dimiliki oleh food processor adalah pisau untuk mengiris. Pisau ini ditempatkan di bagian atas dari food processor. Beberapa food processor memiliki beberapa pisau untuk membantu anda menentukan ukuran pemotongan dari bahan makanan yang masuk ke dalam food processor. Beberapa jenis makanan yang biasanya menggunakan fungsi ini dari food processor adalah wortel, mentimun, zucchini dan sayuran lain yang memiliki bentuk memanjang.

Memarut atau grating

Hal lain yang bisa anda lakukan dengan menggunakan food processor adalah memarut bahan makanan anda atau grating. Dengan fungsi ini, anda bisa memasukkan blok keju ke dalam food processor dan mendapatkan potongan keju yang lebih kecil yang seperti di parut dengan menggunakan pisau dari food processor.

Membuat adonan

Fungsi unik terakhir yang dimiliki oleh food processor yang akan sangat membantu adalah fungsi pembuatan adonan. Fungsi pembuatan adonan ini bisa di dapatkan oleh food processor dengan menyatukan bahan-bahan pembuatan adonan dengan baik. Salah satu jenis adonan yang paling baik yang dibuat oleh food processor ini adalah adonan crust dari sebuah pie. Sangat banyak bukan manfaat dari food processor?

Pengaturan suhu pada griddle

Penggunaan griddle

Tergantung penerapannya, sebuah griddle bisa saja menggunakan kontrol gas manual atau salah satu dari beberapa tipe thermostat baik di griddle tipe gas maupun tipe listrik. Pengaturan suhu ini memiliki karakteristik performa yang berbeda-beda, tergantung sumber panas, peletakan sensor panas, material plat, dan ketebalan plat. Faktor-faktor tersebut tidak pernah bisa dilepaskan ketika menentukan metode pengaturan suhu untuk mendapatkan performa yang paling optimal.

Kebanyakan griddle komersial memiliki kontrol termostat untuk setiap jarak sekitar 300 mm. Meskipun ada juga di setiap jarak 600 mm. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada ongkos produksi dan harga griddle itu nantinya karena thermostat adalah salah satu komponen yang mahal. Namun, dengan semakin jauh jarak antar sensor thermostat, akan semakin kurang akurat juga pemanasan pada griddle komersial tersebut. Akibatnya, permukaan griddle tidak panas secara merata.

Ada dua tipe pemasangan thermostat pada griddle. Tipe yang pertama adalah pemasangan di bawah atau “bottom mounted”. Pemasangan ini sesuai namanya memosisikan thermostat di bawah plat dengan sambil melindunginya dari sumber pemanas agar suhu yang terbaca hanya dari plat metal saja. Tapi posisi thermostat tidak menempel langsung pada plat metal. Ini artinya masih ada jeda waktu pembacaan suhu plat griddle oleh thermostat. Pemasangan tipe berikutnya adalah pengembangan dari “bottom mounted”, yakni dengan menempelkan sensor thermostat ke plat metal sehingga pembacaannya lebih cepat dan akurat. Mekanisme perlindungan thermostat terhadap panas dari sumber pemanas langsung tetap ada, hanya ada perbedaan lokasi thermostat saja dengan tipe bottom mounted.

Tipe thermostat sendiri ada bermacam-macam, yang paling baik dan sering digunakan adalah tipe solid state. Tipe ini menghubungkan sensor langsung dengan sistem kontrol secara listrik. Namun tipe ini tidak eksklusif hanya untuk tipe griddle listrik saja. Sistem kontrol kemudian akan mengatur suhu dengan beberapa tipe cara. Cara yang pertama bernama “snap action” di mana sumber panas dikontrol dengan dihidupkan atau dimatikan secara penuh. Tipe ini digunakan di penggunaan griddle komersial yang lebih rumit. Untuk tipe griddle berbiaya lebih rendah digunakan sistem modulasi yang menggunakan prinsip pemuaian secara lebih sederhana. Tipe pengaturan suhu lain adalah tipe manual yang membutuhkan ketelitian penggunanya untuk mengatur suhu plat griddle.