Kursi rotan teras sebagai salah satu kerajinan rotan yang sering dijumpai masyarakat

kursi teras dari rotan

Rotan termasuk dalam kelompok palma yang hidup dengan cara merambat. Rotan banyak ditemui di wilayah-wilayah tropis Afrika, Asia dan Australasia. Termasuk Indonesia yang tercatat sebagai penghasil rotan terbanyak dimana hampir 70% pasokan rotan dunia berasal dari Indonesia. Karena banyaknya permintaan akan rotan itu sendiri maka kini banyak orang mulai mengembangkan rotan sintetis untuk menghindari kelangkaan terhadap rotan itu sendiri.

Rotan sintetis dapat dibedakan kedalam dua jenis, yakni yang pertama terbuat dari polyethylene dan yang kedua terbuat dari polyvinyl chloride atau dikenal dengan singkatan PVC. Rotan yang terbuat dari PE lebih aman dibandingkan yang terbuat dari PVC, karena bila terbakar, PVC akan menghasilkan gas yang beracun, sedangkan PE tidak. Sehingga harga rotan sintetis yang terbuat dari PE biasanya memiliki harga yang lebih mahal dibanding PVC.

Rotan sintetis memiliki harga yang cenderung lebih mahal dibanding rotan alami. Namun rotan sintetis memiliki beberapa kelebihan dibanding rotan alami, yakni diantaranya :

  1. Mudah dibentuk karena memiliki tekstur yang lebih elastis dibanding rotan alami
  2. Memiliki berat yang lebih ringan karena terbuat dari plastik
  3. Memiliki warna yang lebih beragam karena warna yang diperoleh dibuat dari pewarna sintetis juga
  4. Lebih tahan terhadap pelapukan yang diakibatkan karena perubahan cuaca yang ekstrim, terutama untuk perabot yang ditempatkan di luar ruangan

Kita sering menjumpai di beberapa cafe, restoran atau perumahan modern yang dilengkapi dengan teras atau balkon dan memanfaatkannya sebagai ruang terbuka untuk tempat berkumpul. Kebanyakan kursi dan meja yang digunakan terbuat dari rotan, baik itu rotan sintetis maupun alami. Kursi teras dari rotan yang ditata pada sebuah ruang terbuka biasanya dipilih karena ingin menonjolkan kesan natural atau alam dari tempat itu. Selain itu pemilihan kursi atau meja rotan akan memberikan kesan klasik dan santai pada sudut ruangan tersebut.

Pengolahan rotan menjadi kursi atau meja rotan teras melalui suatu proses yang sedikit rumit, yakni dimulai dari proses penggorengan kayu rotan, lalu pengeringan, pelurusan, pemutihan hingga pengawetan kayu. Kelima hal tersebut wajib dilakukan untuk mendapatkan bahan baku rotan yang kuat dan elastis. Cara menganyam rotan pun cukup rumit, dimana kayu rotan yang digunakan tidak boleh patah untuk menghasilkan kerajinan yang kokoh dan unik.

Selain kursi dan meja, mebel lain yang dibuat dari rotan dan terkenal di mancanegara diantaranya adalah kursi ayunan rotan, tempat tidur rotan, kursi santai rotan, rak rotan dan masih banyak lainnya. Rotan juga dapat diolah menjadi beberapa kerajinan tangan diantaranya, aneka macam keranjang untuk berbagai kebutuhan, hiasan dinding dan ornamen, pemukul debu kasur, kap lampu, vas bunga, pot gantung dan lain sebagainya. Banyak kerajinan tangan yang dibuat seiring meningkatnya kreativitas dan daya saing masyarakat dalam mengolah rotan itu sendiri.